Monday, February 19, 2007

aku dan AKU



Kebisingan ini masih terus mengisi ruang dengarku padahal malam ini sudah begitu tua, sudah jam setengah dua belas malam. Sepertinya ini adalah kebisingan yang tidak pernah berakhir. Kebisingan yang diperuntukkan untuk menutupi luka kesepian dalam jiwa yang hampa. Jiwa kerdil yang terus berteriak, meneriakkan rasa ingin diperhatikan .

Dikelabunya rasa menahan amarah,aku memulai untuk berdialog dengan jiwaku, adakah jiwaku juga sepertinya ? lantas jiwakupun bersuara….

Wahai manusia kau hanyalah makhluk lemah tak berdaya
Kau akan merasa kering
Kau akan merasa sepi
Dan kaupun menangis di sudut nuranimu yang terkoyak
Dan pada saat itulah kau butuh satu hal
Tuhan
Yah ..tuhanlah yang kau butuhkan….

Kau bisa berbisik lirih padanya di keheningan malam
Adukan segala rasa yang menggelora di jiwamu
Dan selanjutnya hadapilah hidup ini sambil tersenyum

Kau harus yakin, Allah, Tuhanmu , selalu ada bersamamu
Setiap saat
Setiap waktu
Disenangmu dan di sedihmu..

Dan akupun terhenyak mendengar kata-kata nuraniku yang mengalir lembut melalui jemari yang terus menari di tuts komputerku. Ini pasti bukan sebuah kehendak otak saja. Ini adalah sebuah dialog yang sedang berlangsung antara Aku dan Penciptaku yang tanpa lelah sedang menggerakkan semesta raya ini.

Ya Allah ..alangkah dhaifnya diri ini saat aku sibuk menilai orang lain dan melupakan jiwa yang sering terasa kerontang ini.

No comments: