Wednesday, May 23, 2007

Hadiah untuk yang Terkasih

Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat (tidak harus menunggu hari Anniversary), dan tak perlu membeli!
Meski begitu, delapan macam kado ini dapat menjadi hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang anda sayangi

1. KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir di hadapannya lewat surat, telepon, foto, email atau faks.
Namun dengan berada di sampingnya. Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran anda sebagai pembawa kebahagiaan.

2. MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan.
Berikan kado ini untuk orang yang anda kasihi. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya. Ini juga memudahkan anda untuk bisa memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.

3. D I A M
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya. Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.

4. KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, "Kau bebas berbuat semaumu?" Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan?

5. KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika anda mengkadokannya tiap hari! Selain keindahan penampilan pribadi, anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.

6. TANGGAPAN POSITIF
Tanpa, sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi anda. Ingat-ingat pula, pernahkah anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf), adalah kado cinta yang sering terlupakan.

7. KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikurbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila anda memikirkan hal ini, berarti anda siap memberikan kado "kesediaan mengalah". Okelah, anda suatu saat mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut? Kesediaan untuk mengalah sudah dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

8. SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputus-asaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita.
Kapan terakhir kali kita menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi.

--khizr--

sumber:www.seputarkita.com

Tuesday, May 15, 2007

Kisah Rasulullah dan Seorang Badwi

PADA suatu masa, ketika Nabi Muhammad SAW sedang tawaf di Kaabah, baginda mendengar seseorang di hadapannya bertawaf sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”

Rasulullah SAW meniru zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!”

Orang itu berhenti di satu sudut Kaabah dan menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah yang berada di belakangnya menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!”

Orang ituberasa dirinya di perolok-olokkan, lalu menoleh ke belakang dan di lihatnya seorang lelaki yang sangat tampan dan gagah yang belum pernah di lihatnya.

Orang itu berkata, “Wahai orang tampan, apakah engkau sengaja mengejek-ngejekku, kerana aku ini orang badwi? Kalaulah bukan kerana ketampanan dan kegagahanmu akan ku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”

Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah SAW tersenyum lalu berkata: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?”

“Belum,” jawab orang itu.

“Jadi bagaimana kamu beriman kepadanya?” tanya Rasulullah SAW.

“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya walaupun saya belum pernah bertemu dengannya,” jawab orang Arab badwi itu.

Rasulullah SAW pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab, ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat.”

Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya lalu berkata, “Tuan ini Nabi Muhammad?” “Ya,” jawab Nabi SAW.

Dengan segera orang itu tunduk dan mencium kedua-dua kaki Rasulullah SAW.Melihat hal itu Rasulullah SAW menarik tubuh orang Arab badwi itu seraya berkata, “Wahai orang Arab, janganlah berbuat seperti itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh seorang hamba sahaya kepada tuannya. Ketahuilah, Allah mengutus aku bukan untuk menjadi seorang yang takbur, yang minta dihormati atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya.”

Ketika itulah turun Malaikat Jibril untuk membawa berita dari langit, dia berkata, “Ya Muhammad, Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: “Katakan kepada orang Arab itu, agar tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahawa Allah akan menghisabnya di Hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil mahupun yang besar.”

Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Orang Arab itu pula berkata, “Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan denganNya.”

Orang Arab badwi berkata lagi, “Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran magfirahNya. Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa luasnya pengampunanNya. Jika Dia memperhitungkan kebakhilan hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa dermawanNya.”

Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah SAW pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu sehingga air mata meleleh membasahi janggutnya.

Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata, “Ya Muhammad, Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu dan berfirman: “Berhentilah engkau daripada menangis, sesungguhnya kerana tangisanmu , penjaga Arasy lupa bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga ia bergoncang. Sekarang katakan kepada temanmu itu, bahawa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan menghitung kemaksiatannya. Allah sudah mengampunkan semua kesalahannya dan akan menjadi temanmu di surga nanti.”

Betapa sukanya orang Arab badwi itu, apabila mendengar berita itu dan menangis kerana tidak berdaya menahan rasa terharu.

Bila Manusia Jatuh Cinta




Apakah benar akan membuatnya lupa akan diri sendiri.? Mungkin saja, tapi hakikatnya saat manusia jatuh cinta, semakin ia ingat dengan cintanya. Semakin kuat ingatannya pada drinya sendiri.

Suatu ketika Hasan dan Husein melihat ibunya, Fatimah (semoga Allah senantiasa merahmati) sedang berdoa. lalu mereka mendengarkan doa yang dipanjatkan oleh ibunya. Fatimah menyebut banyak nama dalam doanya termasuk juga untuk saudara seimannya di banyak tempat, di doakannya semua dengan doa-doa yang penuh kebaikan. Namun mereka heran. Mengapa sang ibu tak menyebut dirinya sendiri. Ya, Fatimah mendoakan banyak orang namun tidak melupakan dirinya sendiri. Dan itu terjadi terus saat Fatimah berdoa.

Sahabat mungkin kita juga masih menemui orang-orang seperti Fatimah. Yang seringkali memanjatkan doa, dengan khusyuk dan menangis bahkan. Semua doanya berisi kebaikan. namun ternyata orang tersebut tak mendoakan dirinya sendiri. Lupakah dirinya? Atau bodohkah?

Saya yakin tidak, tapi saya yakin itu semua karena pemahaman yang amat sangat tentang arti cinta.

Ingatkah kejadian sahabat yang ditegur oleh Rosul ketika ditanya sebesar apa cintanya terhadap dirinya. Sahabat itu menjawab kalau dia mencintai Rosul sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri, yang kemudian di tegur oleh rosul itu bukanlah cinta. Tapi cinta Rosul adalah saat Rosul lebih kita cintai daripada diri kita sendiri, itulah koreksinya. yang kemudian sahabat itu mengatakan hal tersebut.

Sahabat, pecinta senjati lebih cinta pada cintanya daripada dirinya sendiri. Dia lebih ingat cintanya daripada dirinya sendiri. Maka saat kita melihat ada orang yang dengan tulus pada kita mendoakan diri kita dengan banyak hal yang baik, namun dia sendiri tidak atau hanya sedikit doa untuk dirinya sendiri, percayalah cintanya lebih besar dari apa yang pernah kita kira.

Mengendaplah mendengar tangisan doa seorang ibu di tengah malam, maka Anda akan tahu betapa benar nyata cintanya.

Mengendaplah mendengar lantunan doa dari seorang ayah di tengah lelahnya bekerja. Maka Anda akan temui, betapa luas lautan cintanya.

Bukalah lembaran sejarah umat ini. Saat seorang pribadi agung menyebut “umatku,umatku,umatku” di akhir hayatnya, maka Anda akan yakini betapa besar dan kokoh cintanya pada umatnya.

Ya, bila manusia jatuh cinta.
Cintanya lah yang sering diingat,
Cintanyalah yang yang sering disebut,
Cintanyalah yang selalu menjadi harapannya,
Dan dia yakin semakin besar dia cinta,
Semakin besarpula cintanya membalas,
Semakin sering dia menyebut cintanya,
Semakin sering sang cinta menyebut namanya,
Semakin dia agungkan nama sang cinta,
Semakin diagungkan namanya oleh sang cinta,…
Pada siapapun,…
Ayah,ibu,suami,istri,anak,umat,orang yang Anda kasihi, Rosul atau Allah pencipta segala alam..
Hukum jatuh cinta tetap sama…

“Cinta sejati tak pernah bertepuk sebelah tangan”
“Ingatlah Aku, maka Aku pun akan ingat kepadamu.. “(QS Al Baqoroh:152)

Friday, May 11, 2007

Sedih-Susah-Bingung-Kesepian

- Ayah, aku sedang bersedih, bahkan aku dalam keadaan berkesusahan, sehingga aku merasakan kebingungan dan kesepian yang mendalam.
- Anaku, apa yang menyebabkan engkau demikian?
- Ayah, aku merasakan kesedihan-kesusahan-kebingungan dan kesepian yang tiada bersumber, mereka semua mendatangiku padahal aku tidak memiliki masalah untuk semua itu.
- Anaku, kemana kau obati semua itu?
- Ayah, sudah banyak orang yang kudatangi bahkan puluhan dokter dan tabib aku mintakan nasehatnya, tapi semua itu tidak menyelesaikan masalahku.
- Anaku, untuk semua masalahmu itu, manusia tidak akan sanggup menyelesaikannya, engkau menyandarkan permasalahanmu kepada manusia, walau pun memang akan mengurangi rasa penderitaanmu.
- Anaku, ketika kesedihan-kesusahan-kebingungan dan kesepian mendatangimu, hatimu telah kosong. Ibarat jasad membutuhkan makanan, sementara hatimu membutuhkan ilmu.
- Anaku, tiada obat penawar yang dapat menyembuhkan penyakitmu itu, kecuali satu dialah ALLAH swt. Isilah hatimu dengan Asma-Nya, sesungguhnya semua penyakit mu itu bersumber karena kekosongan hatimu dalam mengingat-Nya. Sehingga setan datang kedalam hatimu dan membisikan berbagai penyakit kedalam hatimu hingga engkau merasakan semua itu.
- Anaku, banyak orang merasakan kesedihan-kesusahan-kebingungan dan kesepian, bahkan membunuh dirinya sendiri, karena tidak bersandar kepada ALLAH swt. Padahal mereka tidak sendirian di dunia ini, banyak orang-orang disekelilingnya tapi penyakit itu tetap datang. Jika hal demikian telah datang maka seru lah ALLAH swt, karena engkau tidak sendiri di dunia ini. Jika semua masalah yang ringan atau yang berat tidak dapat kau selesaikan, maka hanya Dia-lah ALLAH yang dapat menyelesaikan. Semua perkara amatlah mudah disisi ALLAH.
- Anaku, seberapa berat pun permasalahanmu hingga engkau tidak bisa berbuat apa-apa atau menghadapi jalan yang buntu. Maka perkara itu amatlah mudah bagi ALLAH. Untuk ukuran manusia terasa berat, tapi untuk ALLAH itu adalah perkara mudah, bukankah semua itu telah ALLAH atur segalanya.
- Anaku, jangan kau biarkan hatimu kosong hingga setan menempatinya. Isilah hatimu dari kekosongan itu, serulah DIA-Allah setiap saat.
- Anaku, ingatlah ....hanya dengan mengingat ALLAH hati menjadi tenteram (Q.S.Ar-Rad:38).
Wallahu'alam Bishawab

Wednesday, May 2, 2007

Berhati-hatilah akan Tipu Daya Setan

Saat kau menunda sebuah kebaikan, maka saat itu pula, kau terjebak dalam tipu daya setan...dan engkau akan terlena dalam kelalaian yang ia ciptakan

Sandiwara yang diperankan oleh setan, senantiasa tak kita sadari. Saat kita bertekad untuk berubah menjadi lebih baik, setan takkan membiarkan niat itu terpenuhi begitu saja. Dia akan senantiasa berusaha memalingkan diri kita dari niat baik tersebut. Ibnul Qoyyim berkata: "Semangat setan menggagalkan niat baik seorang manusia lebih besar daripada niat orang tersebut ketika akan melakukan niat baik."

Tipu daya setan itu akan merintangi setiap perbuatan atau bahkan niat baik seorang hamba. Dan agar tipu daya tersebut tidak nampak, ia menggunakan cara seolah-olah hal itu adalah kasih sayang, padahal ia adalah racun. Ia akan mencari alasan agar manusia tidak melangkah untuk merubah diri menjadi lebih baik, dia mencari dari sisi harapan baik, dari masa sulit yang sedang dihadapi, atau dari sisi manapun yang tidak akan terlepas dari kehidupan seorang manusia. Karena itu ketika seseorang akan melangkah menuju kebaikan, ia dengan percaya diri datang, lalu berkata:"Sebenarnya tekad yang kamu miliki untuk menempuh kebaikan, mencari petunjuk Allah swt adalah sebuah rencana yang baik, dan mulia yang perlu diberi perhatian. Tapi kamu melupakan satu rintangan kecil yang dapat menggagalkanmu. Seandainya kamu bersabar sebentar saja dengan menunggu waktu yang tepat, maka kamu dapat mewujudkan semua kebaikan dunia dan akhirat yang kamu inginkan."

Demikianlah, sehingga kau seseorang menunda-nunda kesempatan untuk menjadi lebih baik tanpa kau sadari...


Dikutip dari Siapa yang Menghalangimu Mendapatkan Hidayah by Abdullah bin Abdul Aziz Al-Aidan. Penerbit: Zikrul

--Khizr--

Janganlah Engkau Mengangkat Kepalamu

Janganlah engkau mengangkat kepalamu, wahai manusia. Sungguh tak pantas bagimu untuk menyombongkan. Ingatlah, kesombongan adalah selendang Sang Maha Pemilik Kerajaan, yang Ia tak suka jika ada manusia mengenakan selendangNya itu. Bukankah Iblis diusir dan dilaknat Allah yang karena kesombongannya, ia enggan bersujud pada Adam as, meskipun itu adalah perintah Allah

Janganlah engkau merasa jadi yang terkuat, karena sesungguhnya engkau tak mampu berbuat apa-apa. Engkau hanyalah seorang manusia yang akan selalu membutuhkan Allah, karena engkau takkan pernah mampu, bahkan hanya untuk mengedipkan mata, tanpa kuasaNya.

Jangan pernah merasa engkau "paling", karena hanya diserang oleh virus, atau bakteri saja, makhluk kecil yang bahkan tak terlihat oleh mata telanjang, engkau tak mampu berbuat apa-apa...engkau hanya akan berbaring tak berdaya setelah serangannya...

Saat kesombongan mengahampiri jiwamu, ingatlah wahai manusia, masih banyak makhluk yang lebih kuat darimu, sekalipun ia hanyalah sebuah virus...

Jangan pernah meremehkan siapapun, atau apapun, karena engkau takkan bisa hidup tanpa mereka. Engkau mungkin tak sadar, mereka berperan penting atas perkembangan dunia yang kau diami saat ini...Virus, nyamuk, dan makhluk kecil lainnya yang keberadaannya terkadang kau anggap sebagai pembawa petaka... Karena kau harus ingat pula, bahwa tak satupun di dunia ini yang Allah ciptakan secara main-main atau sia-sia...

Jangan pernah kau anggap keberadaan mereka sia-sia, dan jangan pernah kau melupakan jasa makhluk lain yang sering kau rasakan, namun jarang sekali kau syukuri...

Tanpa mereka, kau tak dapat mengangkut barang-barangmu yang tak sanggup kau pikul. Tanpa mereka, kau takkan mendapatkan tubuh yang sehat. Tanpa mereka, kau tak akan mendapatkan indahnya dunia...


Masih banyak hewan yang tak kau ketahui manfaatnya secara langsung, namun bersimbiosis baik dengan alam. Masih banyak tumbuhan yang kau sakiti tanpa alasan, padahal mereka adalah penopang kehidupanmu...

Dan masih banyak nikmat Allah lainnya yang masih kau abaikan untuk kau syukuri...

Maka dari itu, yang tidak membutuhkanmu sedikitpun.

Tapi angkatlah kepalamu, untuk menikmati ciptaan Allah, lalu ucapkanlah "..Robbanaa maa kholaqta haadzaa baathilaa, subhaanaka faqinaa 'adzaabannaar.." wahai Robb kami, tidaklah Engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka jauhkanlah kami dari adzab neraka...


--Khizr--

Berikan Aku Sayap

Sayap itu membawaku terbang tinggi...

Wahai Allah, anugerahkanlah sayap-sayap itu padaku...sayap-sayap yang bisa membawaku terbang untuk menemuiMu...

Wahai Allah, anugerahkanlah sayap-sayap itu padaku, yang mengantarkanku pada kerinduan padaMu

Wahai Dzat yang Maha Agung, anugerahkanlah sayap-sayap itu padaku, sayap-sayap yang dapat membawaku pada kerajaanMu

Anugerahkanlah sayap-sayap ma'rifah kepadaMu, yang akan membawaku pada kebahagiaan abadi disana...


--Khizr--